Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya

31 Mei 2011

Barusan dpt kiriman link dari seorang teman..
Link yang membawa saya ke sebuah note yang ditulis oleh "Agus Fredy Muthi'ul Wahab" yang juga mengambil dari note-nya Fathurrahman Full..
Notenya tentang nasihat Ibu Yoyoh Yusroh kepada Anak nya.. Terlepas apakah itu bnr2 dari beliau atau tidak, yang jelas isi note nya bagus dan bisa diambil untuk jadi pelajaran.. 
Berikut saya bagi isi note itu kepada pembaca sekalian (hihihi.. ge-er.. kayak ada yang baca aja :P)


From: Yoyoh Yusroh
Date: 2011/5/18
Subject: Nasihat untuk sang putera
To: Aizza Jundana

Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya
(Ukht/ Nayifah Uwaimir)

Wahai puteraku …
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..
Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih ..

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab,
• anjing yang mati tidak akan ditendang,
• dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai puteraku ..
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadamu kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar ..
Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!
Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!
Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar .. dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.

Wahai puteraku ..
Biasakan engkau bersyukur .. kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!
Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!
Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!

Wahai puteraku …
Persiapkan alternatif untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!
Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!

Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..
Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya ..
Sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa

Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!
Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!

Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.
Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!

Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!
Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!

Wahai puteraku ..
Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!
Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!

Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai ..
Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!
Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya ..


Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!
Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!
Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!

Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?
Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..
“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!
Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!
Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!
Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..
Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!



Yoyoh Yusroh

Komisi I DPR RI
Sent from my iPad


 


Cuti yang katanya hak itu...

30 Mei 2011

Kalo bicara soal hak memang menjadi suatu hal yang sensitif..
Di dunia ini, hampir setiap orang tak ingin kalo hak nya diganggu gugat..
Sama halnya seperti saya..
Cuti tahunan yg amat berharga bagi saya, dengan semena-mena "dipotong" tanpa meminta persetujuan dulu dari saya, yang notabene berperan sbg "pemilik hak"..

Setelah sebelumnya, tanggal 16 Mei lalu pemerintah melalui Menko Kesra-nya menetapkan sebagai cuti bersama, lagi-lagi di tanggal 3 Juni pemerintah melakukan hal yang sama..
Hikz, perih rasanya hati saya..
Cuti tahunan yang tinggal 2 hari itu akhirnya tandas sudah..

Mau dikata apa.. saya ini hanyalah seorang PNS yang tak berdaya..
Yang sudah cukup puas karena setiap bulan gaji nya dijamin oleh negara..
Menerima dengan lapang dada jadi pilihan pertama dan terakhir buat saya..


Yah, dinikmati saja..
Walau saya tak bisa berkunjung, pulang ke kampung halaman di hari cuti bersama itu..
Walau saya hanya bisa menghabiskan cuti yang katanya hak saya itu dengan bersendirian saja di kost tercinta..
Nangsip.. nangsip..

Yang lebih menyakitkan lagi mendengar berita yang dibuat oleh media..
Yang bilang cuti bersama hanya sebagai "insentif bagi kemalasan PNS" atau "Cuti bersama cuma menguntungkan PNS tapi merugikan masyarakat"...
hmmm, mungkin kedudukan saya di situ sebagai masyarakat saja ya..
karena saya sama sekali tidak merasa diberikan insentif ataupun keuntungan..

Apapun yang terjadi, terjadilah..
Pada akhirnya, cuti bersama pun akan menjadi kenangan saja..
Semoga ini cuma berlaku tahun ini saja..
Amin..

Kunjungan Pertama

27 Mei 2011

Siang ini saya janjian ketemuan dengan seorang dokter di sebuah rumah sakit..
saya pilih dokter itu bukan karena saya sudah tau kualitas dokternya, tapi semata-mata karena hanya beliau dokter perempuan yang praktek di siang hari di hari kerja di rumah sakit itu..
Lalu kenapa saya tidak mencari rumah sakit yang lain??
Ini semata-mata karena saya malas hunting-hunting Rumah sakit yang lain yang dekat dengan kantor.. hehehe
Kebetulan saya pernah sekali menemani seorang teman yang membawa anaknya yang sakit ke rumah sakit ini..
tempatnya lumayan nyaman, tidak begitu besar (jadi ga akan kesasar :P), bersih dan rapi..
perkiraan biaya nya juga ga begitu mahal.. hihihi.. (untuk yang satu ini prediksi saya meleset).. T_T


Setelah daftar, saya diarahkan ke Poli 2.. di sana saya ketemu seorang suster yang langsung menangani saya dengan ramah..
wah, rupanya si mbak sus orang palembang juga.. dan kebetulannya lagi suami nya juga orang banda aceh..
wah.. wah.. wah.. kebetulan.. kebetulan..
Timbang berat badan (hwaaa, nih badan tambah berat aja siiih hikz), trus di cek tekanan darah..
Kata susternya normal.. masa berat badan 5* kg dibilang normal sih mbak sus.. T_T..
Ya sudahlah diterima saja..

Ditunggu satu jam, dokternya kagak muncul juga..
Lapar mulai melanda..
Jeung Nova yang saat itu berbaik hati menemani saya, berinisiatif mencari makanan buat sekedar mengganjal perut yang sudah meronta-ronta ini..
Tak berapa lama, dokternya datang.. Horeee..
Si ibu perawakannya gede.. hehehe.. rambutnya pendek, keriting2 gt.. kacamataan.. ramah..

Si ibu dokter awalnya menanyakan keluhan yang saya rasakan..
hmmm, tumben-tumbenan kali ini saya ga banyak mengeluh.. hehe
saya bilang hanya kadang sedikit pusing dan mual..
tapi ga sampe muntah2..
Si ibu dokter mengarahkan ke ruang USG..
Perut saya diolesi dengan  cairan biru yang dingin..
geliii..
Trus si ibu dokter sambil ngelus-ngelus perut saya pake alat USG (namanya apa ya??), menjelaskan apa yang nampak di layar monitor.. muncul gambar "isi rahim" saya.. ada titik kecil gitu.. kata si ibu dokter itu janinnya..
Wah, alhamdulillah.. udah keliatan... tapi keciiiiil banget..

di tengah-tengah prosesi USG, terdengar suara jeung nova masuk ruangan..
sayang sekali doi ga bisa ikutan liat..
:P

si ibu dokter ga begitu banyak kasih nasehat..
saya nya aja yang nanya-nanya..
hmmm, padahal pengennya si ibu dokter yang kasih nasehat..
saya kan bingung..
ini kan kunjungan pertama saya..
Saya berinisiatif tanya soal keguguran saya yang pertama..
Saya cerita kalo saat itu saya sedang dalam perjalanan ke banda aceh dan terjadi pendarahan...
Kata si ibu dokter, memang amannya melakukan perjalanan setelah 16 minggu..
Walaupun gitu, belum bisa dipastikan juga kalo itu penyebab kegugurannya..
Bs jadi karena kromosom janin yang tidak sempurna..
Tapi sebisa mungkin sekarang jangan melakukan perjalanan jauh dulu..

Wah, padahal cuti bersama ini saya pengen pulang ke Palembang.. hikz.. sia-sia deh cuti bersamanya..

Saya juga tanya soal konsumsi susu.. Apa saya harus ganti dengan susu khusus ibu hamil.. kata si ibu dokter, sebaiknya seperti itu.. tapi kalo ga juga gpp..
iiihhh ibu dokter.. saya jadi bingung.. jawabannya ga meyakinkan..

Yawdah deh, nanya-nanya segitu aja dulu..
Saya dikasih vitamin prenatin dan ada buku rekam medik..
jadi kalo ada pertanyaan2, saya bisa catat di buku itu..
dan bisa saya bawa saat pertemuan bulan depan..

Terakhir, saya ke kasir pembayaran..
biaya nya lumayan.. 2 kali lipat dibanding rumah sakit di daerah ceger..
hmmm.. saya jadi mikir-mikir lagi untuk nyari tempat periksa lain.. hehehe

Ready to Write!!

26 Mei 2011

hihihi..
*opo sih iki.. blm apa2 udah ketawa sendiri.. :P
sejujurnya saya malu.. malu pada diri sendiri, beberapa teman yang secara tidak sengaja tau kalo saya mulai (ikutan) nge-blog, malu sama suami, pokoknya malu deh..
kenapa?
karena saya menambah daftar nama orang yang "anget-anget tai ayam" (kalo di indonesiakan apa ya??) dalam dunia tulis menulis ini..
pasalnya setelah beberapa kali posting tulisan, saya lama tak muncul kembali..
akhirnya, setelah banyak yang menanyakan, menyindir (haha, padahal cuma satu orang) dan tadi pagi suami saya kembali nanyain "gimana blognya?", sore ini saya pun kembali menulis..

Tulisan kali ini, dimulai dengan berita sedih yang saya dapat siang ini..
Ibunda Aida Esti Purwaningsih, yang beberapa bulan belakangan berjuang penyakit kanker payudara (dan sudah merambah ke hati), tadi siang dikabarkan meninggal dunia..
Sedih..
Walau saya tidak begitu mengenal beliau dan hanya beberapa kali bertemu, namun saya kenal kebaikan beliau..
Banyak yang menceritakan kebaikan-kebaikan beliau, bahkan ada salah seorang teman yang kehilangan seluruh keluarganya saat peristiwa tsunami silam menjadi anak angkat beliau..
setiap kali saat secara tak sengaja bertemu beliau, wajahnya tak lepas dari senyuman..
manis sekali...
seingat saya, belum pernah sekalipun dalam pertemuan-pertemuan singkat itu melihat wajah beliau cemberut..
beliau ramah sekali, bahkan pada saya yang waktu itu hanyalah seorang "Calon Pegawai"..
Subhanallah...
Semoga Amal kebaikan beliau mendapat balasan yang berlipat-lipat ganda dari Allah S.W.T..
Semoga Allah memberi kelapangan dan kedamaian dalam kuburnya..
Amin..

Seperti halnya kelahiran, kematian pun sudah ditetapkan oleh Allah..
dan bagi kita yang ditinggal menjadi pengingat, di sanalah kita akan berakhir..
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” ( Ar-Rum:64 )..


 

Masa Depan yang Suram

10 Mei 2011

Sudah lama sekali tidak menuliskan sedikit kata-kata di blog ini..
terakhir kayaknya bulan kemaren, sebelum mau berangkat ke banda aceh..
ckckck..
parah..
kayaknya cocok banget dengan judul tulisan kali ini..
begitu juga sepertinya yang akan terjadi di blog ini..
hihihi..

Entah kenapa saya sepertinya belum menemukan tema yang pas untuk blog saya..
Apa yang ingin saya bagi buat orang-orang yang mungkin tidak sengaja membuka dan membaca tulisan2 di blog saya..
Semakin saya ingin menyajikan sesuatu yang bermanfaat, semakin susah jari-jari ini bergerak untuk sekedar mengetikkan beberapa kata menjadi kalimat..
Semakin ingin menghasilkan tulisan yang bagus, semakin sulit mengekspresikan ide-ide di kepala ini..

Saya sudah menjauh dari niat awal saya membuat blog ini..
Bukankah awalnya saya ingin membuat blog ini menjadi "diriku apa adanya"?
Lalu kemanakah perginya cita-cita saya itu..?
Kenapa saya tiba-tiba menjadi begini ya..

hikz..

Waktu berjalan begitu lambat, saat kita merindukan orang yang kita cintai..

13 April 2011

Hehehe..
lagi-lagi tulisannya ga jauh2 dari rindu merindu..
Maklum, jauh dari suami dan orang2 tercinta..
jadi selama saya masih jauh-jauhan sama suami, saya akan bikin tulisan kayak gini terus...
hihihi..

Judul yang saya tulis di atas, saya "contek" dari tag line seorang teman di Gtalk..
Dan saya menjadi begitu tertarik dan terinspirasi untuk menuliskannya di blog saya..
Tadinya mau saya copy paste di tagline, tapi takut ada yang cemburu.. hihihi

Kata-kata di judul tulisan kali ini benar-benar seperti apa yang saya rasakan selama lebih kurang 2 minggu terakhir ini..
Saat saya sudah sibuk membeli tiket untuk berangkat ke Banda Aceh tercinta..
Rasanya waktu berjalan begitu lambat, pelan, tertatih-tatih..
Haduh, bikin saya cemas setiap hari..
Takut ada halangan yang membuat saya ga bisa berangkat ke sana..
Kecemasan yang tidak beralasan..
Hingga tiap hari saya up-date di tagline Gtalk, menghitung mundur tanggal keberangkatan saya..
Setiap malam, suami tak pernah absen hadir di mimpi-mimpi saya..
wuahahaha.. betapa saya merindukan sosoknya hadir di dekat saya.. =)

Dan Alhamdulillah, insya Allah besok pagi saya akan berangkat menuju bandara Soeta..
Menjemput impian saya berminggu-minggu ini..
Menghampiri kekasih.. pujaan hati.. :)

Hubungan Jarak Jauh

10 April 2011

Baru aja dikirimin link sama suami. Linknya membawa saya ke sebuah artikel tentang pasutri yang masih tinggal berjauhan karena masing-masing meniti karier di tempat yg berbeda..


Berikut artikelnya:



Hubungan Jarak Jauh

Sabtu, 09/04/2011 15:31 WIB | email | print
Oleh bidadari_Azzam
Bukannya mengompori untuk bertambah khawatir, namun tulisan ini bermaksud mengingatkan pada diri sendiri untuk senantiasa menjaga tim yang kompak, yaitu keluarga kita nan sakinah. Mencegah adalah selalu lebih baik dari pada mengobati, menjaga izzah keluarga selalu lebih baik dari pada memperbaiki segaris noktah.
Cerita tentang Pak Hasan, ikhwan yang sholeh, berkarir bagus namun tetap sederhana dan bersahaja, tapi harus nge-kos sendirian di Jakarta si kota macet. Istrinya punya karir lain di kota tetangga, sekitar 3 atau 4 jam dari Jakarta, sang istri bersama dua anak mereka selalu menjaga keceriaan keluarga, meskipun Pak Hasan hanya bisa berkumpul seminggu sekali atau kadang-kadang hanya tiga kali dalam sebulan.
Yang namanya hubungan jarak jauh, komunikasi yang terjalin pasti tak selengket saat berdekatan. Apalagi kalau masing-masing pihak teramat sibuk, yang kemudian frekuensi jadwal saling telpon atau ‘video-call-an’ juga berkurang. Itulah yang terjadi pada Pak Hasan dan sang istri. Yang selanjutnya dikarenakan meremehkan suasana mesra itulah, maka perlahan tapi berterusan, datanglah godaan demi godaan sebagai pengganggu keutuhan keluarga.
Godaan awal adalah dari anak kos si induk semang Pak Hasan, gadis yang rajin membantu membersihkan kamarnya itu sesekali melirik dan tersenyum kecil yang selanjutnya bersikap ‘menggoda iman’. Namun Pak Hasan berusaha terus menguatkan hatinya, ia pun makin berupaya memerangi godaan, setiap ada waktu cuti dan weekend, kalau dia tak bisa pulang ke kota keluarganya, maka sang istri dan anak-anak yang berlibur ke Jakarta.
Tapi namanya juga godaan, makin tinggi ranting berbunga, makin kencang angin menghembuskan sepoinya. Anak-anak kian berkembang, anak Pak Hasan makin sibuk, ada banyak kegiatan di akhir minggu. Juga istrinya, makin harus bijak mengatur pengeluaran rumah tangga, tidak bisa jor-joran mengeluarkan dana ke Jakarta melulu. Pak Hasan pun tak punya celah untuk pindah ke bagian lain di kantornya, misalnya jika pindah ke divisi lain, maka pindah ke kota keluarga. Begitu pun sang istri, dia merasa harus bertahan dengan kondisi sedemikian, istrinya tak dapat pindah kerja pula ke Jakarta, pun tak mau mengalah untuk resign sehingga berkumpul dengan suami.
Yah, setiap rumah tangga punya rahasia perusahaan masing-masing, punya prioritas tujuan masing-masing, maka punya jalan bahtera masing-masing, yang orang lain hanya dapat menjadi pengamat amatiran saja, melihat dari kejauhan tanpa perlu mencari detail urusan rahasia keluarga tersebut.
Suatu kali, Pak Hasan pindah kos-an, kemungkinan beliau menghindari godaan yang lebih dahsyat dari anak si empunya rumah tersebut.
Namun di lain waktu, tiba-tiba terdengar berita bahwa Pak Hasan dan istrinya akan bercerai. Waduh, what’s wrong? Berita seperti itu pasti menyedihkan. Semua orang dekat mereka sangat iba, dan merasa tak rela jika keluarga mereka tak utuh lagi. Sedikit demi sedikit terkuaklah cerita pengakuan Pak Hasan yang dulu sempat dimuat di surat kabar kota tersebut, bahwa akhirnya ada godaan lain yang menjerumuskannya pada perzinahan. Naudzubillahi minzaliik.
Dalam cerita beliau, suatu hari sepulang kerja, ia dan rekan-rekan kantornya yang semuanya pria, pulang bersama dalam satu mobil milik seorang teman. Mereka berenam, rencananya akan mencari warung makan, barulah pulang ke rumah masing-masing. Tapi, saat kemacetan parah sekali, mobil susah jalan, seusai hujan deras, banjir dimana-mana. Mereka sudah kelaparan, makanya segera mencari warung makan terdekat, dan warung makan tersebut ternyata jaraknya sangat dekat dengan ‘panti pijat langganan’ teman-temannya.
Seumur hidupnya, baru kali itu Pak Hasan memasuki panti pijat, mereka berenam menikmati teh hangat disana usai makan malam. Entahlah ada unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas satu-satunya pria yang belum pernah kesana di antara enam orang tersebut, hanyalah Pak Hasan. Dan dengan kenyamanan suasana yang diciptakan di ruangan tersebut, satu-persatu temannya berpisah-pisah ruangan, diurusi oleh perempuan-perempuan ‘tukang pijat’, Pak Hasan ikut disiapkan dan ditraktir ‘pijatan’ oleh salah satu teman. Tak usahlah terlalu jauh membayangkannya, malam itu, benteng pertahanan diri Pak Hasan hancur lebur, ia ikut terseret ‘kenikmatan pijat plus-plus’ sebagaimana teman-temannya.
Dan peristiwa seperti itu pun akhirnya “jadi langganan”, yang tadinya seorang Hasan adalah sosok suami yang menjaga pandangan, menjaga mata, lisan, dan indera lainnya, ternyata dapat berbalik menjadi pelanggan setia di panti pijat tersebut.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR.Muslim).
Salah satu dosa besar yang mengerikan, Pak Hasan sudah memahami hal itu, maka ia pun terbuka diri mengakui perbuatannya tatkala memiliki waktu yang tepat untuk bercerita dengan sang istri. Hingga gelegar pengakuan itu membuat sang istri menginginkan perceraian, perih.
Kita tak perlu membahas rumah tangga mereka lebih jauh, tapi hikmah yang bisa kita petik adalah kekompakan suami istri memang harus selalu ada dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Kekompakan itu tak hanya seminggu sekali, tak cuma menikmati weekend, tak hanya belanja bareng, namun harus ada di setiap suasana, terutama suasana menge-charge ruhiyah.
Adalah sosok Mas Angga, yang pernah beberapa kali harus dinas berbeda kota atau beda negara dengan kota tempat tinggal keluarga, sedari awal menikahi istrinya, ia ajak untuk ‘kompak bersama’, “Saya gak mau kita pisah-pisah, dinda… terpisah dua dapur, dua tempat, apalagi pisah dengan anak-anak…”, ujarnya, maka sang istri harus berpindah kuliah beberapa kali, Mas Angga lebih rela menghabiskan uang untuk ongkos pesawat ketika istrinya harus sibuk ujian atau menyelesaikan urusan kuliah. Mas Angga juga pernah harus berada tiga setengah bulan di Afrika, sementara sang anak dan istri di Bangkok, dan Mas Angga menelepon setiap hari, bahkan tiga kali sehari, bagaikan jadwal minum obat. Ada saja hal yang diobrolkan, serasa sulit menutup gagang telepon saking beratnya berjauhan dari keluarga.
Ketika ada perusahaan yang ‘memaksanya’ meninggalkan keluarga lebih lama hingga dua tahun dengan ‘hanya’ dijadwalkan pulang per-tiga bulan, maka Mas Angga rela resign dari perusahaan tersebut, meskipun diiming-imingi bonus nominal yang banyak. Rezeki Allah SWT Maha Luas, masih banyak perusahaan yang memiliki peraturan lebih manusiawi, masih ada pengusaha yang professional bekerja sama dengan karyawan-karyawan meskipun berbeda bangsa. Bahkan pernah suatu kali saat berjauhan, Mas Angga ngotot menelepon sang istri sampai ‘missed-call’ 79 kali, ia sangat khawatir kenapa hp itu tak diangkat. Padahal ternyata hp tersebut di-silent tak sengaja oleh sang balita. Perhatian yang kecil seperti itu sangatlah bermakna, setiap rumah tangga suatu waktu mengalami ujian hubungan jarak jauh ini. Dan lagi-lagi, tak masalah berapa kali kita diuji akan frekuensi waktu tak bersua, namun yang bermasalah adalah jika kekompakan berkomunikasi itu mulai luntur.
Tatkala lunturnya kekompakan berkomunikasi, pasti godaan-godaan datang, dan inilah pintu setan yang hadir dalam suatu rumah tangga. Kalaupun suami dan istri terbiasa meluruskan niat dan menata hati setiap saat, terbiasa sholat berjama’ah dan saling melayani di berbagai momen, namun ketika berjauhan dengan tahap datangnya godaan itu, ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi, yang pada saat itu justru sinyal-sinyal cinta pasutri malah bisa makin memudar. Bagaikan perceraian yang telah terjadi pada Bik Inem yang TKW di negeri jiran, ex-suaminya bertani di kampung halaman, di tanah sunda. Tak menyangka alasannya sama dengan banyak kisah TKW lain, sang suami berselingkuh dengan tetangga sendiri tatkala sering bersama-sama di sawah, bahkan uang tabungan Bik Inem yang menurut laporan telah dibelikan bahan bangunan buat renovasi rumah mereka, ternyata raib dipergunakan untuk hal lain.
Acungan jempol buat ummahat senior-senior saya, ada yang rela menunda kuliah lanjutan bea-siswanya, ada yang resign dari perusahaan tempatnya meniti karir, demi prioritas keluarga, mendukung penuh sang suami ketika harus mengais nafkah di negeri lain, dalam tugas berat memimpin rumah tangga.
Satu nasehat penting yang selalu disematkan pada ceramah di acara resepsi pernikahan kita, Bahwa Allah ta’ala mengingatkan, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS. At-Tahrim [66]:6).
Suami adalah pakaian bagi sang istri, begitu pun sebaliknya, istri merupakan pakaian bagi suaminya. Penutup aurat, perhiasan diri serta sumber ketentraman dan kesenangan berumah tangga adalah makna fungsi pakaian tersebut. Maka, jagalah pakaianmu, teman…
Wallohu 'alam bisshowab.

(bidadari_Azzam, @Krakow, 8 april 2011)